Viostin DS Mengandung DNA Babi, Bahan Dipasok Dari Spanyol
![]() |
| livecasino338 |
Padahal, kata mereka, perusahaan Spanyol tersebut telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services / HCS dan telah diakui oleh MUI.
"Selama ini, kami menggunakan bahan baku dari pemasok tersebut," tulis rilis yang diwakili oleh Director of Corporate Communications PT. Pharos Indonesia, Ida Nurtika, Senin, (5/2/2018).
Pernyataan tersebut dibuat setelah Badan POM, LPPOM MUI dan YLKI melakukan konferensi pers bersama pada Senin, (5/2/2018).
Dari rilis yang diterima, PT Pharos Indonesia yang memproduksi Viotin DS menyatakan telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.
Ida mengaku menyayangkan kejadian tersebut, karena merasa jika hasil uji bahan baku selalu menunjukkan hasil negatif DNA babi. "Untuk itu, kami meminta maaf kepada seluruh konsumen dan masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis rilis tersebut.
![]() |
| livecasino338 |
Segera setelah menerima informasi dari BPOM, Ida mengaku pihak perusahaan langsung melakukan penarikan produk secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.
"Hingga saat ini, kami terus melakukan penarikan semua produk hingga tiga bulan ke depan. Sesuai arahan dari BPOM, semua produk yang telah ditarik dari pasar, akan kami musnahkan dengan berkoordinasi dan disaksikan oleh BPOM," tutupnya.




Comments
Post a Comment